Tips Dari Anggota Polri : Siapkan Surat Surat dan Lengkapi Kendaraan Anda

Polres Salatiga – Langkah cipta kondisi menjelang digelarnya Operasi Kemanusiaan Ketupat 2018, ditempuh jajaran Polres Salatiga dengan menggelar Operasi Patuh Candi yang dimulai sejak 26 April hingga 19 Mei 2018 mendatang. Sasaran utama dari operasi ini adalah penegakan hukum bagi pelanggar aturan berlalu lintas di jalan raya. Muara dari operasi cipta kondisi ini adalah menumbuhkan kesadaran pengendara kendaraan bermotor dan meminimalisir jumlah angka laka lantas akibat pelanggaran.

Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, S.I.K., M.H., M.I.K melalui Kasat Lantas AKP Tri Wahyuningsih menyatakan, operasi patuh akan dilakukan dengan berkolaborasi bersama Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) dan UPPD Samsat Salatiga, Serta Pelibatan dari Unsur TNI di Salatiga.
“Persentase yang diberlakukan dalam Operasi Patuh Candi kali ini terinci 50 persen penegakan hukum, 25 persen tindak pre-emtif, dan 25 persen sisanya berupa tindak preventif. Tujuan yang hendak dicapai dalam giat ini adalah tertanamnya kepatuhan dan disiplin berlalu lintas,” ujar AKP Tri

Di sisi lain, kegiatan ini digelar untuk menurunkan angka laka lantas dan menekan angka pelanggaran berlalu lintas. Dan pada akhirnya mengerucut pada tujuan akhir terciptanya situasi kamtibcarsel lantas di wilayah hukum Polres Salatiga.

Ada tujuh item penindakan dalam Operasi Patuh Candi 2018. Item penindakan diarahkan pada kecepatan mengendarai kendaraan yang melebihi ketentuan, berkendara dalam kondisi mabuk, tidak menggunakan helm, melawan arus, tidak menggunakan sabuk pengaman, berboncengan tiga, dan pengendara ranmor di bawah umur. Bagi pengguna mobil, diingatkan untuk menggunakan sabuk pengaman serta mematuhi rambu dan marka jalan. Hal ini mengingat banyak pengemudi mobil yang melanggar marka dan memakan lajur kanan.

Terpisah, Kaur Bin Ops Lantas Iptu Ibnu Awal Riyanto selaku Kasatgas Gakkum menyatakan, operasi patuh ini terfokus pada ketaatan masyarakat terhadap peraturan perundang-undangan. “Target terfokus pada pelanggaran kasat mata, pelanggaran yang berpotensi menjadi pemicu laka lantas, dan pelanggaran yang berpotensi menjadi penyebab terjadinya kemacetan arus lalu lintas,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *